Kejujuran dan Keikhlasan akan membuat kita menjadi lebih baik

clock

About Me

My Photo
Achmad Ariyanto Hariman
Tangerang, Banten, Indonesia
I wish that I can be a good friends for everyone, please remind me if I have mistakes to you
View my complete profile

Blog Archive

I'm a member of









Theme Created by Achmad Ariyanto Hariman. Powered by Blogger.

Hit Counter

Friday, April 8, 2011

PostHeaderIcon Pegawai Raja Yang Rendah Hati

Ada seorang budak istana yang begitu menarik perhatian sang baginda raja. Meskipun diperlakukan seperti budak lainnya, sang budak bekerja dengan penuh tanggung jawab dan selalu tuntas. Semua hasil pekerjaannya memuaskan. Ia pun selalu melakukan pekerjaan dengan senang hati dan tidak banyak mengeluh. Suatu hari, baginda raja memanggil sang budak dan berkata kepadanya,
"Hai budak yang baik, tanpa kausadari, beberapa tahun ini aku selalu mengawasimu. Aku melihat pekerjaanmu begitu memuaskan. Maka, mulai sekarang, kau akan kuangkat menjadi pegawai di istana. Dan, mulai hari ini, kau akan mengenakan semua perlengkapan dan baju yang baik".

Betapa senangnya sang budak karena ia tak pernah menyangka sama sekali bahwa ia akan diperlakukan begitu baik oleh baginda. Padahal, ia sendiri tidak pernah memimpikannya. Tentu saja ia sangat bersyukur. Namun, pengangkatan sang budak menimbulkan rasa iri diantara para budak maupun pegawai istana lainnya. Ada seorang pegawai yang terus merasa jengkel dan iri karena nasib yang baik yang dialami sang budak. Si pegawai pun mencari-cari kesalahan sang budak. Setiap hari...
setiap ada kesempatan dia mengikuti kemana sang budak pergi.

Setelah mengikutinya, sang pegawai pun melihat sang budak sering masuk ke gudang barang sambil membawa kantong, Ia masuk sebentar kemudian keluar lagi dengan kantongnya. Melihat hal tersebut, si pegawai yakin bahwa sang budak pasti mencuri sesuatu dari gudang raja dan membawanya dalam kantong. Hal ini pun segera ia laporkan pada raja. Mendengar laporannya itu, sang raja menjadi sangat murka. Kemudian diam-diam raja mengawasi sendiri kebiasaan sang budak tersebut.

Dan seperti biasanya, sang budak masuk ke gudang. Raja pun mengikutinya. Namun, yang dilihar sang raja di gudang itu tidak seperti yang ia duga. Dari tempat persembunyiannya, ia melihat sang budak mengeluarkan sebuah baju yang lusuh dari kantongnya, lalu sang budak segera mengganti bajunya yang masih bagus dengan yang sudah lusuh. Di depan cermin tua di gudang sang raja, budak itu melihat dirinya didepan cermin dan berkata, "Lihat, itulah dirimu dulu. Jangan lupa, dulu kau adalah budak. Jangan lupa bersyukur dan tetaplah rendah hati". Raja yang tetap berada di tempat persembunyiannya hanya memandang sang budak dengan hati bangga dan gembira. Ia tidak salah telah memberikan jabatan kepada seorang budak yang tetap rendah hati.

Setelah mengetahui apa yang telah dilakukan sang budak, raja pun memanggil sang pegawai yang telah memberikan informasi salah kepadanya, ia pun mengatakan semuanya dan sang pegawai pun dihukum mati oleh sang raja karena telah berbohong kepadanya.


Sumber : Cerita "Pegawai Raja Yang Rendah Hati" (dengan perubahan)


Dari cerita tersebut, sebenarnya kita dapat mengambil banyak sekali kesimpulan dan pesan moral yang bisa membuat kita menjadi lebih baik, tentu pendapat setiap orang berbeda beda, saya akan mencoba memberikan sedikit pendapat saya mengenai kesimpulan cerita tersebut


  • Kita semua berasal dari bawah, dalam menjadi orang yang hebat / sukses, kita harus selalu berusaha semaksimal mungkin dan jangan pernah mengeluh, kerjakan semua pekerjaan / tugas dengan ikhlas, pasti cepat atau lambat, Allah swt akan memberikan balasan kepada kita
  • Jika kita telah menjadi orang sukses, jangan pernah lupa, bahwa kita tidak tiba-tiba langsung menjadi orang sukses, ingatlah semua usaha yang telah kita lakukan, jangan menjadi sombong / takabur, tetaplah bersyukur kepada Allah swt karena telah memberikan kita kesuksesan dan tetaplah rendah hati.
  • Janganlah suka mencari-cari kesalahan orang lain, sebelum mencari-cari kesalahan orang lain alangkah baiknya jika kita mengitrospeksi diri, ingatlah semua kesalahan yang pernah kita lakukan, kepada orang tua, guru, teman, dll. berapa banyak kesalahan yang sudah kita lakukan kepada mereka, tapi mereka selalu berbuat baik kepada kita. Karena jika kita terus mencari-cari kesalahan yang orang lain lakukan, maka kita akan lupa diri dan tidak bisa menemukan kesalahan kita sendiri.
mungkin itu sedikit yang bisa saya simpulkan dari cerita diatas, jika teman-teman punya kesimpulan yang lain, silahkan tuliskan, sehingga kita dapat saling berbagi satu sama lain dan dapat menjadi lebih baik lagi dari sekarang.

Sekian dari saya, semoga ini bermanfaat bagi saya pribadi dan semuanya
Terima kasih

0 Comment(s):

Post a Comment

This Month Most Popular Post